Memahami Lebih Dalam Diegetic Sound Adalah Kunci Efek Suara Dalam Film
RPI — Pernahkah kamu mendengar suara pintu berderit yang bikin merinding saat menonton film horor? Atau kamu justru menikmati alunan musik orkestra yang megah saat adegan pertempuran sengit? Kedua efek suara tersebut datang dari jenis audio yang sangat berbeda dalam dunia perfilman.
Bagi kamu yang sedang belajar membuat video atau merancang tata suara, memahami konsep elemen audio menjadi langkah awal yang wajib kamu kuasai. Pasalnya, tata suara tidak sekadar melengkapi visual semata, melainkan menjadi alat penceritaan yang sangat ampuh untuk mengaduk-aduk emosi penonton.
Pengertian Utama Diegetic Sound Adalah Hal Penting Dalam Tata Suara
Secara sederhana, diegetic sound adalah semua suara yang bersumber dari dalam dunia cerita film itu sendiri. Artinya, para karakter di dalam adegan bisa mendengar suara tersebut secara langsung. Suara ini memiliki wujud fisik atau sumber yang jelas di dalam layar maupun di luar layar yang masih berada dalam lingkungan adegan.
Contoh paling mudah dari jenis suara ini mencakup dialog antarkarakter, suara ketukan pintu, deru mesin kendaraan, hingga suara radio yang sedang menyala di dalam ruangan. Ketika seorang karakter memutar lagu di ponselnya, musik itu masuk dalam kategori ini karena karakter tersebut memang sedang mendengarkannya.
Penggunaan jenis audio ini memberikan sentuhan realisme yang kuat pada sebuah adegan. Sutradara memanfaatkan teknik audio ini untuk membangun suasana yang alami, sehingga penonton merasa seolah-olah hadir langsung di tengah-tengah peristiwa.
[ Baca Juga : Perbedaan Director Of Photography DoP Dan Cameraman Di Industri Film ]
Mengenal Non Diegetic Sound Dan Perbedaannya
Jika diegetic sound adalah suara di dalam dunia film, maka non diegetic sound merupakan kebalikannya. Non diegetic sound mencakup semua audio yang editor tambahkan dari luar dunia cerita. Para karakter di dalam film tidak bisa mendengar suara ini sama sekali, karena audio ini hadir khusus untuk memanjakan telinga penonton.
Contoh paling nyata dari jenis audio ini mencakup background music (BGM), musik skor orkestra, efek suara dramatis (sound effect tambahan), serta voice over narator. Saat karakter utama berjalan sendirian di bawah hujan deras diiringi lagu sedih, lagu tersebut merupakan non diegetic sound.
Agar kamu tidak bingung membedakan keduanya saat proses editing, mari kita bedah perbedaan utamanya melalui perbandingan berikut:
-
Diegetic Sound: Karakter bisa mendengarnya, sumber suara berada di dalam cerita, fokus menciptakan suasana realistis dan alami.
-
Non Diegetic Sound: Karakter tidak bisa mendengarnya, sumber suara berasal dari luar cerita, fokus membangun emosi dan mood penonton.
Kombinasi Kedua Elemen Untuk Hasil Audio Visual Menakjubkan
Penata suara yang hebat tidak hanya memilih salah satu jenis audio saja. Mereka justru sering memadukan kedua elemen ini secara dinamis untuk menciptakan efek dramatis yang luar biasa. Pembuat film bahkan sering menggunakan teknik transisi dari satu jenis audio ke jenis audio lainnya sebagai trik storytelling yang sangat cerdas.
Sebagai contoh, adegan mulai dengan seorang karakter yang mendengarkan lagu klasik lewat headphones (diegetic). Perlahan-lahan, volume lagu tersebut meningkat tajam, suara bising di sekitar karakter menghilang, dan lagu tersebut berubah menjadi musik latar yang megah (non diegetic). Perubahan ini menggambarkan bagaimana perasaan sang karakter yang mulai hanyut dalam lamunannya.
Melalui permainan tata suara yang tepat, konten video kamu akan terasa jauh lebih hidup, profesional, dan mampu mengikat perhatian penonton dari awal hingga akhir.
FAQ SEO
1. Apakah dialog narator selalu masuk dalam kategori non diegetic sound?
Ya, jika narator berada di luar cerita dan tidak hadir sebagai karakter dalam adegan. Namun, jika narator merupakan karakter utama yang sedang berbicara dalam hati, penata suara sering menyebutnya sebagai internal diegetic sound.
2. Mengapa tata suara sangat penting dalam produksi video?
Audio menyumbang lebih dari separuh kualitas pengalaman penonton. Tata suara yang jernih dan tepat mampu menyampaikan emosi, membangun suasana, serta mengarahkan fokus penonton dengan jauh lebih efektif daripada sekadar tampilan visual saja.
3. Bisakah sutradara mengubah musik latar dari non diegetic menjadi diegetic?
Sangat bisa! Pembuat film sering memakai teknik ini. Misalnya, musik megah yang tadinya terdengar sebagai lagu latar tiba-tiba berhenti saat karakter mematikan radio di dalam mobilnya.
Menghasilkan tata suara film atau konten promosi yang megah memang membutuhkan keahlian teknis dan kepekaan seni yang tinggi. Jika kamu ingin meningkatkan kualitas hasil produksi audio visual bisnismu agar makin berkelas dan profesional, kamu tidak perlu bingung mengerjakannya sendiri.
Rumah Produksi Indonesia siap membantu kamu menciptakan konten kreatif dengan standar tata suara dan visual terbaik. Nikmati layanan Konsultasi Gratis, Audit Gratis, dan Free Strategi khusus untuk mengembangkan proyek impianmu sekarang juga. Yuk, hubungi tim ahli kami dan buat karya hebatmu bersama Rumah Produksi Indonesia!
📩 Instagram: @rumahproduksiindonesia
📲 WhatsApp Admin: 0813 805 8460
🌐 Website: www.rumahproduksiindonesia.com
💼 LinkedIn: Rumah Produksi Indonesia
